Monday, February 12, 2018

Mengenal 4 Type Customer

Rangkuman ini memang secara garis besar sebenarnya saya dapat dan cocokkan dari pengalaman saya secara offline karena hanya berkomunikasi dengan ONLINE kita tidak bisa dengan sebenarnya mengenal type kepribadian mereka. Akan tetapi bagus juga tetap kita ketahui, karena dari cara mereka berkomunikasi kita akan tahu tindakan apa yang harus kita ambil.

Pernah pada suatu ketika saya dipaksa men-follo up salah satu client saya oleh boss tapi saya menolak karena saya tahu client saya ini butuh waktu untuk berpikir, tapi karena boss marah-marah dan mengatakan saya mengabaikannya maka dengan berat hati saya melakukan follow up. Hasilnya? Dia balas email saya, tapi dia merasa tersinggung dan berkata seolah saya tidak memahami dia yang sedang butuh waktu dan dia balik meyakinkan saya kalau dia pasti akan hubungi saya untuk memberikan konfirmasi "You know me. I will contact you if I am ready" itu inti pesan si client. Ini hanya salah satu dari sekian saja.


Kenapa kita harus mulai belajar menganalisa type customer kita? Karena barang yang kita jual itu pola-nya tidak sekedar saya butuh, minta penawaran, harga OK, dan CLOSE! Tapi, ada di mana mereka masih butuh untuk budgeting saja atau sekedar membutuhkan gambaran dan masukan. Sedikit lebih panjang tapi memberikan pengalaman yang sangat berharga. Kalau beruntung kita akan bertemu type yang tahu apa yang mereka butuhkan dan proses sales akan selesai dalam waktu singkat.

Secara alami semua orang memang terlahir berbeda. Kita berbicara dengan cara berbeda, bekerja dengan cara berbeda (meski di bidang yang sama) dan kita sudah seharusnya bersyukur untuk segala perbedaan tersebut.

Terkadang, kita akan menjumpai di mana ada kasus  orang akan membuat keputusan yang berbeda untuk "membeli atau tidak" dengan alasan yang sama.

Memahami type kepribadian kita sendiri masih kurang "GRENG" kalau belum belajar menganalisa type customer kita. Memang bukan hal yang mutlak karena bisa jadi dalam prosesnya kita akan bertemu type-type lain dan menggolongkannya berdasarkan pengalaman kita. Ini hanyalah type dari kebanyakan pembeli yang eksis di luar sana. Karena saya juga suka membagi-bagi type customer berdasarkan "tingkat keroyalannya" he he he.

Pertama : Type Nagging

Type nagging itu cerewet sekali. Sebenarnay mereka tidak cerewet tanpa alasan, sih. Tapi, mereka nbegitu karena mereka memang orang yang sangat teliti dalam segala hal. Jadi saat sebelum menentukan membeli jangan kaget kalau dia akan membrondong kita dengan banyak pertanyaan. Pokoknya orang ini detail-oriented. Pengalaman saya sih pusing ketemu orang macam ini, tapi banyak sekali yang kita pelajari dari dia.

Bagaimana dong menghadapi type orang yang ini?

Jika bertemu secara langsung maka yang harus kita lakukan adalah mendengarkan dan mencatat setiap detail permntaan dia. Bagaimana juka hanya secara online? Hm.....harus dibalik, sekarang dengan bahasa yang sangat berhati-hati kita harus sampaikan setiap detail product dan service yang kita jual, tunggu respondnya dan jawab setiap detail pertanyaannya, jangan sampai ada yang terlewat. Yang mereka butuhkan itu "rasa nyaman" jadi kita harus membuat diri kita reliable. Sekecil mungkin membuat kesalahan dalam menghadapi type cutomer ini. Oh, iya, jangan terlalu push client type ini karena seperti yang saya bilang sebelumnya, mereka butuh waktu.

Kedua : Type Happy Go Lucky

Type ini orang yang gak suka terikat aturan atau regulasi panjang dalam proses sales. Maka jangan kaget jika suatu saat bertemu dengan masalah, lalu kita beri tahu kita harus melakukan ini dan itu dia langsung berang. Dia ingin orang yang dihadapinya seperti dia dan berpikir seperti dia yang bebas.

Bagaimana menghadapinya?

Kalau kita type pendengar kita sedikit kurang asik buat dia, belajar nge-blend dengan karakternya. Jadi kalau handling dia kita memang haarus mengeluarkan sisi ceria kita. Menjual pada type ini sebenarnya tidak sulit, kalau kita click dnegan dia maka dengan mudah kita pengaruhi dia untuk membeli.

Ketiga : Type They Know what they want

Type ini memiliki kharisma sebagai leader. Mereka tahu apa yang dia mau dan biasanya membuat keputusan cepat. Jadi saat memutuskan ingin purchase order dia tahu dia akan butuh kursi outdoor heavy duty dengan material ini, warna ini. Type seperti ini akan jarang bertanya "Untuk konsep seperti ini enaknya warna apa, ya?" karena biasanya dia sudah ada sesuatu terkonsep sendiri di otaknya.

Cara menghadapinya?

Karena dia tahu apa yang dia mau, jadi pelajari apa yang dia mau. Jika tidak semua yang dia mau ada, berikan alternatif yang mendekati yang dia mau dengan alasan yang reliable dan reasonable, umumnya pelanggan type ini memiliki knowledge cukup dalam purchase sesuatu.

Keempat : Type Friendly

Type ini benernya type yang paling enak. Dia baik dan cinta damai, dia pemikirannya "ogah ribut saja" yasudahlah....seperti itu. Tapi bahayanya, dia suka kabur tanpa permisi. Misalkan harga yang kita tawarkan mahalnya jauuuuh sekali dari expectasi dia, karena dia ogah ribut ya sudah dia langsung ngabur saja dan cari vendor lain, padahal lho semua kan bisa didiskusikan, ya? He he he

Bagaimana menjual padanya bagaimana?

Type ini menyukai pelayanan dan sentuhan personal atau emosional ya tepatnya. Jadi, kalaulah kita sudah cocok dengan kepribadian dia, melayani dnegan baik, mendengarkan dengan seksama bukan ga mungkin akan selalu dicarinya.
Jadi, pelanggan jenis ini memang jenis pelanggan yang membeli sesuatu karena penjualnya, he he he.
barang boleh sama tapi kalau dia lebih sreg sama si A bukan gak mungkin dia lebih milih si A. 

Kadang ga reasonable juga, sih he he he

Apapun jenis pelanggan kita, intinya kita layani dengan baik dan profesional.







No comments:

Post a Comment

7 Fakta Tentang Markerting

Sekarang saya ingin sharing tentang beberapa FAKTA tentang Marketing yang harusnya bisa mendorong diri kita memiliki self motivation dari ...