Bahasa marketing itu seperti sebuah kemasan dalam sebuah
barang, jadi sangat tidak heran jika kita menemukan bahasa-bahasa tinggi yang
mem"blow"up sebuah barang atau jasa padahal sebenarnya tidak
se"cetar" itu.
Sering kita melihat ada satu rumah makan, kafe dam
sejenisnya yang menulis "Semenjak 1959" padahal aslinya di tahun itu
mungkin yang sudah ada adalah pabrik kopinya, sedang kafe-nya sendiri ya baru
berdiri.
Bahasa Marketing yang baik memang akan memberikan kesan
baik, tapi yang berlebihan sebaliknya akan menimbulkan rasa "tidak
percaya" karena kesannya too good to be true.
Bahasa yang benar ya jujur tapi dikemas dengan bahasa yang
halus sehingga kejujuran itu meski tak indah kesannya tetap cakep dan orang ingin memilikinya.
Sebagai contoh, kenapa dalam mukadimah profile di Linkedin
menuliskan "A fast growing company" terhadap Dezavo? Padahal aslinya
itu, artinya kami perusahaan baru. Lha, kalau saya tulis perusahaan baru, maka
akan lama kita mendapatkan namanya "Trust" dari calon potensial. Fast growing memang jika diterjemahkan ke dalam bahasa kita bisa jadi akan menimbulkan konotasi lain namun tetap memiliki makna yang bagus.
Bahasa marketing tak harus panjang dan berbelit, meskipun
kadang saya terjebak juga. Karena memang mengarang kalimat pendek menjelaskan
perihal yang panjang tidak mudah.
Tipsnya; Banyak-banyak membaca lingkungan sekitar dan lebih aware terhadap selera pasar :)
Bahasa marketing itu seperti umpan.
Dan jika bicara tentang bahasa marketing erat hubungannya
dengan kemasan, sebuah kemasan barang memang menaikkan harga dari barang
tersebut. Coba saja membeli barang dari Shop TV barang yang mereka jual adalah
baramg-barang biasa yang memang unik (baca:tidak umum) tapi sang
"presenter" menyampaikannya dengan bahasa yang indah. Mereka sangat
kreatif. Terkadang didukung dengan iklan yang menarik juga, padahal lho
barangnya ga sehebat itu. Jadi ada faktor surprised yang membuat barang itu
merasa harus dimiliki.
Menciptakan faktor surprise itu yang masih terus saya asah,
karena product kita merupakan product yang umum kita jumpai. Memahami product
knowledge setiap barang bisa membantu.
Jika ingin belajar cepat tentang sebuah
knowledge sebuah barang, carilah yang kita suka dahulu, kalau yang kita suka
sudah faham, mulai tekunlah belajar dan fahami betul apa yang disukai oleh
client kita dengan demikian kecintaan ini nanti yang membantu kita bisa
merangkai kata dan kalimat indah dalam menawarkan barang atau jasa yang kita
jual.
No comments:
Post a Comment