Friday, January 12, 2018

Bahasa Marketing

Bahasa marketing itu seperti sebuah kemasan dalam sebuah barang, jadi sangat tidak heran jika kita menemukan bahasa-bahasa tinggi yang mem"blow"up sebuah barang atau jasa padahal sebenarnya tidak se"cetar" itu.

Sering kita melihat ada satu rumah makan, kafe dam sejenisnya yang menulis "Semenjak 1959" padahal aslinya di tahun itu mungkin yang sudah ada adalah pabrik kopinya, sedang kafe-nya sendiri ya baru berdiri.


Bahasa Marketing yang baik memang akan memberikan kesan baik, tapi yang berlebihan sebaliknya akan menimbulkan rasa "tidak percaya" karena kesannya too good to be true.

Bahasa yang benar ya jujur tapi dikemas dengan bahasa yang halus sehingga kejujuran itu  meski tak indah kesannya tetap cakep dan orang ingin memilikinya.

Sebagai contoh, kenapa dalam mukadimah profile di Linkedin menuliskan "A fast growing company" terhadap Dezavo? Padahal aslinya itu, artinya kami perusahaan baru. Lha, kalau saya tulis perusahaan baru, maka akan lama kita mendapatkan namanya "Trust" dari calon potensial. Fast growing memang jika diterjemahkan ke dalam bahasa kita bisa jadi akan menimbulkan konotasi lain namun tetap memiliki makna  yang bagus.

Bahasa marketing tak harus panjang dan berbelit, meskipun kadang saya terjebak juga. Karena memang mengarang kalimat pendek menjelaskan perihal yang panjang tidak mudah.

Tipsnya; Banyak-banyak membaca lingkungan sekitar dan lebih aware terhadap selera pasar :)

Bahasa marketing itu seperti umpan.

Dan jika bicara tentang bahasa marketing erat hubungannya dengan kemasan, sebuah kemasan barang memang menaikkan harga dari barang tersebut. Coba saja membeli barang dari Shop TV barang yang mereka jual adalah baramg-barang biasa yang memang unik (baca:tidak umum) tapi sang "presenter" menyampaikannya dengan bahasa yang indah. Mereka sangat kreatif. Terkadang didukung dengan iklan yang menarik juga, padahal lho barangnya ga sehebat itu. Jadi ada faktor surprised yang membuat barang itu merasa harus dimiliki.

Menciptakan faktor surprise itu yang masih terus saya asah, karena product kita merupakan product yang umum kita jumpai. Memahami product knowledge setiap barang bisa membantu. 

Jika ingin belajar cepat tentang sebuah knowledge sebuah barang, carilah yang kita suka dahulu, kalau yang kita suka sudah faham, mulai tekunlah belajar dan fahami betul apa yang disukai oleh client kita dengan demikian kecintaan ini nanti yang membantu kita bisa merangkai kata dan kalimat indah dalam menawarkan barang atau jasa yang kita jual.

No comments:

Post a Comment

7 Fakta Tentang Markerting

Sekarang saya ingin sharing tentang beberapa FAKTA tentang Marketing yang harusnya bisa mendorong diri kita memiliki self motivation dari ...