Pasti pernah kan melihat iklan atau ditawarin ikutan kelas Marketing via WA, ada yang jual e-booknya dan ada pula yang bikin seminarnya dan harus bayar ratusan ribu. Nah, kali ini saya kasih gratis, karena ilmu yang saya dapat bukan dari e-book atau seminar melainkan pengalaman pribadi.
Mungkin, tidak sebanyak atau sejitu di seminar-seminar itu tapi untuk market kita cara ini berhasil meng-optimalkan upaya marketing kita. Ga banyak kok, Cuma ada 4 cara saja!
1. Mengirimkan Direct Messages.
Masih melalui Linkedin. Akan tetapi jika teman-teman memiliki social media professional lain boleh dipakai. Cuma, saya sih hanya LInkedin. Coba telusuru dengan seksama profile calon potensial di Linkedin, lalu jika ada no HP coba masukkan ke phone book contact kita buat check apakah beliau ini pakai WA. Jika Iya, selamat! Kita bisa meneruskan ke langka selanjutnya, he he he
Langkah selanjutnya adalah mengirimkan pesan WA kepada beliau ini, kira-kira isinya seperti di bawah ini (boleh di modif sesuai kebutuhan masing-masing)
“Selamat siang, sore, pagi, pak, bu……..”(pokoknya ucapkan salam)
Apa kabar, Pak? Perkenalkan nama saya………dari Dezavo, perusahaan hospitality supplier, saya mendapatkan nomer Bapak dari Linkedin. Jika diperkenankan, bolehkah saya email Bapak company profile dan catalog kami?
Sekali lagi saya ucapkan terima kasih untuk kesediaan waktu yang Bapak/Ibu (tergantung si calon potensial bapak atau ibu).
Have a good day/Have a great time! (pokoknya tutup dengan salam yang manis saja, he he”
Dari situ biasanya percakapan akan berlanjut. Rasio-nya 3 dari 10 yang menolak selebihnya menerima.
Karena marketing lewat WA ini menurut saya jaraknya sangat amat dekat, usahakan pas melakukannya bukan pas lagi malas-malasan, tapi pas santai saja. Atmosphere mala situ akan terkirim bersama dengan pesan yang kita kirimkan, ga percaya? Di coba saja, he he he.
2. BroadCast
Broadcast list yang kita buat dari kegiatan #point 1. Kok pakai acara broadcast-broadcast-an ya? Broadcast itu kan menggangu banget. Iya, kalau yang di di broadcast ga penting buat client atau calon client. Kalau penting sih, mereka diam saja. Ini sarana kita keep in touch agar kita tidak hanya dikenalnya sambil lalu.
Apa saja yang bisa kita broadcast? Flyer promo, kartu ucapan, tips2 yang berhubungan dengan barang jualan. Tapi, saat kirim promo atau tips-tips tersebut jangan lupa kasih salam dulu biar kesannya sopan.
Kalau kirim pagi bisa dengan cara dikasih greeting “good morning good people, have a beautiful day” tapi gambarnya promonya gak apa-apa.
Awalnya saya pikir mengganggu, karena ada satu client yg tiba2 menelpon. Eh, ternyata tidak dia malah bilang “ thanks for your always greeting and update, Hani. I will contact you if I need furniture and umbrella” kebetulan si client punya banyak villa di Bali.
Cara bikin broadcast list gimana?
Pertama : Kanan atas kan ada tanda “titik tiga” klik dan cari menu “NEW BROADCAST”
Kedua : Langkah pertama akan menuntun kita ke contact, pilih nama-nama yang akan, sudah menjadi potensial client dan termasuk yang sudah menjadi client kita. Kalau sudah selesai “klik tanda centang”
Ketiga: step ini sama dengan saat bikin pesan biasa di chat WA biasa.
Keempat : jangan delete chat ini, next mau broadcast tinggal masuk saja ke chat room tsb.
Kelima : Praktek dilakukan seminggu sekali.
3. Set up Image foto profil
Buat foto profile yang sopan, tidak alay dan aneh-aneh. no status gak jelas apalagi status sindir-sindiran dengan pasangan, kalau bisa status urusan kerja. Di atur banget ya,? Iya dong, kalau mau broadcast client-client ya kita harus tampilkan kalau kita ini deZavo.
Misal ada bisnis jualan sembako yo jangan dicampur...entar client pas butuh nie, dia lupa-lupa ingat siapa kita, scroll nama di contact tapi kok statusnya discount beras raja lele, ha ha ha. Si client bingung, kok di contactnya ada jualan sembako, ini siapa ya? Usahakan WA-nya pisah-pisah kalau banyak bisnis. Dunia hospitality itu begitu, mereka kadang suka lihat image orang. Jadi, jaga image kita di WA he he he he
Pokoknya point ini terimalah dengan positive thinking wakakakkaka
4. Telephone
Dengan menelpon menggunakan WA diercaya kita hanya butuh paket data internet and tidak butuh pulsa, ini jauh lebih murah karena jangkauan lebih luas. Saya sering telponan WA dengan client di Maldive, Singapore, Malaysia bahkan dengan supplier di China. Bayangkan jika harus pakai telpon, biaya SLJJ berapa di wartel? Ha ha ha
Kalau belum terbiasa telpon-telponan dengan client usahakan membuat outline apa-apa saja yang mau di discuss, hal tersebut mengurangi rasa grogi.
By the way, ada client yang kadang ngajak video call (saya sering, ni tapi yang saya ok-in hanya client ibu-ibu) tolak saja jika tidak PD dengan mengatakan “Voice call saja karena koneksi kurang bagus”.
Akhir kata, butuh praktek biar tahu ada hasilnya. Butuh paket data internet untuk memulai ini. He he he he
No comments:
Post a Comment