Pernahkan kita merasa sudah melakukan yang terbaik, dimulai dari follow up dan assisting client-client potensial kita demi terciptanya goal atau jualan, akan tetapi tak kunjung berhasil. Mungkin, ini saatnya kita meng-evaluasi apa yang sudah kita lakukan.
Berikut kita akan coba pelajari kesalahan-kesalahan yang sering kali kita sebagai seorang sales dan marketing buat:
1) Terlalu Focus Membicarakan Kebaikan Product
Meskipun
product yang kita jual memang sangat baik, akan tetapi jangan lupa tujuan
dari marketing adalah memberikan, membantu memenuhi kebutuhan client dengan
mendapatkan profit. Jadi, sekarang ayo kita beralih berbicara tentang manfaat
dari product dan service kita terhadap client. Ceritakan benefit-benefit yang
akan dia dapatkan, bicara tentang client bukan tentang kita lagi.
2)
Menjauhi Client Bermasalah
Client
bermasalah di sini tentu saja bukan yang bermasalah keuangan, seperti menjadi
langganan kredit macet kalau yang seperti ini memang tidak perlu deket-deket,
bisa-bisa kita tidak dibayarnya. Akan tetapi, client-client yang susah diajak
negosiasi, client galak, client cerewet. Jangan dijauhi, karena sudah banyak
yang menjauhi mereka jadi bisa jadi kita menjadi partner terbaik mereka
sehingga mereka akan sangat mudah percaya kita untuk memberikan kita order
secara berkelanjutan.
3)
Bangga Dengan Pencapaiannya
Dalam
artian, cepat sekali puas dengan hasil yang diperoleh. Terkadang, merasa
kalau dia lebih baik dari yang lainnya padahal ada 1% di mana kadang faktor
1% ini yang berjalan saat kita mencapa target, he he he. Sungguh tidak
menakut-nakuti, di dunia ini tidak ada yang serba kebetulan, semua memang
hasil dari usaha tapi ada 1% yang namanya faktor LUCK yang harusnya membuat
kita untuk terus melakukan yang lebih baik, lebih baik dan lebih baik.
4) Mudah
Berburuk Sangkah
Belum
apa-apa kita sudah mikir susah duluan, berpikir kalau orang yang kita temua
tidak akan membeli, tidak mampu membeli. Seorang sales dan marketing harus
selalu berbaik sangkah karena dalam dunia marketing itu banyak kejutan tidak
terduga. Di mana, seseorang yang kita pikir tidak akan membeli ternyata mampu
menjadi client VIP kita atau
sebaliknya.
Terkadang,
malah kesalahan terbesar adalah berburuk sangkah terhadap kemampuan diri
sendiri. Masa iya, kita menuduh diri kita tidak mampu padahal belum mencoba?
Padahal begitu bergerak, syeet, syeet…ternyata dahsyat!
5)
Berhenti
Proses
marketing itu seperti sebuah perjalanan pendakian, jika berhenti
ditengah-tengah jalan ibaratnya kita sudah ada di tengah-tengah, atau kadang
1 meter lagi sudah dipuncak kita turun lagi padahal tinggal sedikit. Selama
ini banyak saya melihat kasus seperti ini, bahkan saya pun pernah melakukan.
Butuh
kesabaran dan ketekunan. Karena dalam marketing itu tidak ada kata
"tidak beli" hanya "menunda" kalau tidak sekarang nanti,
bukan project ini ya project lain.
6)
Terlalu Sabar
Lho,
terlalu sabar juga salah? He he he. Yaiya, dong, saking sabarnya, sampai diem
saja tidak ada follow up. Penjualan itu terjadi karena
"CONVERSATION" jika tidak ada CONVERSATION antara kita dan calon
potential 100% tidak ada penjualan. Jadi, jangan berhenti terus mencari
calon-calon potential dan mulai conversation.
Conversation
bisa dimulai kenalan, mengirim company profile, catalog, inquiry, quotation,
order deh!
| Jangan
sampai kehabisan calon potential dengan cara minimal 1 minggu sekali contact
calon potential lewat social media, telpon atau berjalan langsung ke
restaurants, hotels, resorts, villas di sekitar daerah tempat tinggal kita.
Kalau bisa setiap hari semakin bagus. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
"Mengetahui kesalahan bukan untuk menghentikan langkah kita meraih mimpi, tapi memperbaiki langkah kita agar lebih dekat dengan impian"
|
|
|
|
|
No comments:
Post a Comment