Bagaimana Membuat Marketing Plan?
Sebelum kita belajar membuat marketing plan, mungkin kita perlu sedikit tahu apa sebenarnya marketing plan? Marketing plan adalah sebuah strategi bisnis secara terperinci untuk menjual product atau jasa. Seperti mengetahui pasar kita itu siapa? dsb.
Nah, lebih lanjut kita pelajari step-step untuk membuat marketing plan saja, he he he
Untuk yang pernah atau sering membaca buku-buku marketing mungkin yang saya share di sini step-stepnya tidak sama tapi bisa jadi pada intinya sama ya. Jadi feel free buat menambahkan karena kita saling belajar.
Pertama
Kita mencoba menganalisa keadaan kita saat ini. Untuk saat ini, deZavo sudah cukup dikenal akan tetapi kondisi pasar lokal (Bali) sedang sepi dari keadaan ini kita mulai analisa dan susun langka-langka apa yang akan kita buat.
Untuk sahabat marketer bisa dimulai dengan cara mengetahui database atau calon potensial yang dimiliki saat ini siapa saja? seberapa banyak? cukupkah? bagaimana cara approaching mereka? Langkah-langkah yang akan diambil kira-kira apa? Kalau kita sudah melakukan tahapan ini artinya kita sudah melakukan 1 tahap dalam membuat marketing plan.
Kedua
Buat daftar goal atau target-target kita. Target ini yang membuat kita tidak belok-belok dan focus. target bisa dibuat harian, mingguan, bulanan bahkan 1 tahun!
Sebagai contoh: Minggu pertama saya harus sudah meng-approach 7 hotel baru atau calon potential baru, mengirim promo flyer ke 100 contact di database saya. begitu dst.
Lebih tepatnya, apa yang dan seberapa jauh yang ingin kita capai? TULIS! he he he
Lebih tepatnya, apa yang dan seberapa jauh yang ingin kita capai? TULIS! he he he
Ketiga
Kita mulai bayangkan target-target market kita, tulis di dalam notes. Misalkan Hotel di sekitar rumah saya ada hotel A, B, C dan D. Dari kenalan saya ada Pak A, Pak B dan Bu C. Lalu dari client lama saya, begitu seterusnya.
Keempat
Buat strategy! Mau kita approach online? offline? Apa kita langsung telpon dan set up meeting saja? Untuk perusahaan skala besar kita perhatikan juga budget jadi setelah ini ada tahapan budgeting tapi untuk kita sih saat ini tidak usah mikirin budget sementara ini yang penting wifi atau koneksi internet ada, juga pulsa.
Kelima
Kontrol diri sendiri, sudahkah kita sejalan dengan marketing plan yang kita buat atau jangan-jangan kita cuma bikin-bikin saja? atau???? Bagaimana kalau dapat PR bikin market plan? bisa kan?
Ternyata membuat marketing plan itu mudah, ya? Mudah, kok! endakan SWOT yang biasa kita kenal di pelajaran ekonomi karena saya pun ga gitu faham he he he. pokok e action!
Practice makes perfect and happy selling!
No comments:
Post a Comment